Kamis, 04 Agustus 2016

Adikku Yang Baru

Cerpen Karangan: 

Lolos moderasi pada: 1 August 2016
“Sudahlah, Kamu harus tetap tegar, walaupun kau kehilangan Ragi, bukan berarti kau harus mencampakkan Ragu!” Nasihat Teman Mama pada Mama.Aku tidak menyangka adikku akan meninggalkanku secepat ini, aku tidak akan melihatnya selama-lamanya, pagi ini acara pemakamannya, keluargaku berkumpul untuk mengantarkannya ke peristirahatan terakhir.
Ragi adikku meninggal karena menderita Leukimia, sebelumnya Papa sudah membawanya ke Singapura, tetapi dokter tidak bisa menyelamatkan nyawanya, Ragi tak pernah mengeluh akan sakitnya, dia terus tegar dan percaya, senyumnya sangat manis, terakhir kali akulah yang melihatnya, dia tersenyum dan menggenggam tanganku, dia berkata “Kak, Jaga Mama dan Papa, aku tak ingin mereka sedih gara-gara diriku!” itulah perkataan Ragi terakhir kali sebelum menutup mata.
“Ma, Ragi sudah bahagia disana, dia selalu tersenyum, kalau mama menangis Ragi pun akan menangis!” ucapku.
“Ragu, putraku, aku akan tetap mengurusmu, perkataanmu betul anakku!” balas Papa.
Setelah 1 Bulan
Aku di rumah sendirian, Mama menjalani terapi agar tidak stress diantar Papa, aku tiduran di kamar sambil menonton TV.
“Ragu, papa pulang!” teriak papa.
Aku bergegas menuju papa, ia tampak gembira.
“Ada apa pa?” tanyaku.
“Mama kamu hamil Ragu!!” Jawabnya.
“Yeeeeaaaayy!!” teriakku sambil melompat
“Papa mau mengadakan syukuran dulu ya nak, kamu antar mama ke kamar!” Ujar papa
“Ayo Ma!” kataku.
“Ragu, kamu pasti bahagia, kamu akan memiliki seorang adik, lagipula sejak kematian Ragi, kamu tak pernah senyum. Mama janji akan menjaga adik kamu!” ucap Mama tersenyum.
“Baiklah ma, aku juga akan selalu menjaganya!” jawabku mantap.
9 bulan berlalu begitu cepat, akhirnya mamaku melahirkan 2 bayi kembar, Papa memberinya nama Riga Abizayyan dan Katerina Ruqha Amellia.
Terima kasih tuhan telah memberiku kembali kesempatan menjadi seorang kakak yang baik.
Cerpen Karangan: Arachelly Dwi Ayuni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar