Ketika awal ku duduk di bangku SMA, aku belum mengenal siapa mereka? Teman-teman yang pada akhirnya kujumpai setiap hari dalam kelas. Awalnya aku santai saja waktu pertama kali sekolah tapi di hari itu juga aku mulai kesal dengan salah satu temanku, mungkin karena belum saling kenal kali ya? Tapi awalnya itu dia nyebelin banget waktu kami sama-sama disuruh cari tugas di hp berhubung belum ada buku kan, kebetulan juga dia bawa hp ya mau gak mau lihat ke dia, namanya windi.Kata orang masa putih abu-abu itu adalah masa-masa menyenangkan dimana kita sudah mulai bisa belajar kedewasaan. Cerita ini kuawali sewaktu aku duduk di bangku SMA. Disini aku mulai mengenal perasahabatan yang sebenarnya, ceria dan suramnya kehidupan.
“Enak kali kalian liat gitu aja, kami susah-susah carinya” dia bilang gitu siapa coba yang gak kesel dan gak sakit hati? Mulai dari situ aku membenci dan tak suka padanya.
Hari demi hari kulalui bersama teman-teman baruku ini, setelah beberapa bulan aku mulai dekat dengan orang seseorang ya kalau boleh dibilang teman baik lah namanya NUR dan BN (agak aneh namanya cuman 2 huruf tapi ya itulah pemberian orangtuanya) dan nama ku Rati. Mereka ini teman baikku, asal ada tugas kami selalu bahu menbahu, terakhir yang kuingat ada tugas geografi 100 soal aku mengatakan “tugasnya kita bagi tiga ya?”
Oke itulah jawaban mereka, memang kami tu ibarat badan dan baju yang gak bisa lepas.
Oke itulah jawaban mereka, memang kami tu ibarat badan dan baju yang gak bisa lepas.
Setelah beberapa bulan pula aku mulai mengenal nama dan sifat-sifat temanku ini ya salah satunya si windi orang yang kubenci waktu awal masuk sekolah semakin lama kukenal dia ternyata dia tak seburuk bayanganku bahkan sekarang kami pun dekat bagaikan saudara (hahahaha) karena ternyata dia orangnya baik, care, termasuk mamanya. Tapi mungkin pelangi tak mungkin muncul terus ia pasti akan hilang begitu pula dengan persahabatan kami, hari yang berubah menjadi tahun tanpa kami sadari dan sekarang kami harus berpisah kami harus menentukan jurusan yang akan kami bawa ke masa depan dan apakah kami masih bisa sedekat ini lagi esok? Apakah kami bisa saling tertawa bersama lagi? Mungkin bisa atau tidak itulah yang terbaik buat kita semua. Inilah hal yang akan kita lewati di setiap ada pertemuan pasti kan ada pula perpisahan. Semoga kita bisa berjuang bersama di hari esok hari dimana kita akan bertempur di depan kertas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar