Kamis, 04 Agustus 2016

Tak Selamanya Bahagia

Cerpen Karangan: 

Lolos moderasi pada: 28 July 2016
Suatu hari teman Dita, Mila, berkata, “Gia itu kan orang kaya, pasti dia bahagia dengan hidupnya” Dita pun diam saja.Gia adalah seorang anak dari pebisnis terkenal yang kaya raya. Teman temannya selalu iri kepadanya. Ia memiliki segalanya, tas mewah, jam mewah dan apapun yang dia inginkan pasti terwujud. Sayangnya, Gia memiliki sifat yang buruk, yaitu boros dan manja. Dia tak pernah puas dengan apa yang ia miliki. Sebaliknya, Dita merupakan anak dari seorang petani di desa. Dita hidup sederhana. Ia selalu menahan sifat buruknya agar tidak merugikan dirinya sendiri.
Seperti biasa, Gia selalu pamer apa yang baru dibeli ayahnya. “wooiii, ini jam branded dari paris dan merek ini terkenal lohhh..”
Salah satu teman Gia, Tina, berkata “eh, sombong lu, nanti jatuh miskin baru tau”
“bilang aja lu sirik sama aku” kata Gia.
Dita merasa hidupnya sudah bahagia dan dia tak perlu iri, sehingga dia pergi saja sementara yang lain kagum melihat jam Gia. Dita setiap hari menabung di celengan ayamnya. Dia jarang jajan di kantin. Sementara Gia suka jajan dan Gia tak pernah menabung.
Suatu hari di rumah Gia dan Dita terjadi banjir. Karena harta ayahnya Gia banyak jadi hanyut semua dan tak bisa diselamatkan. Sementara harta Dita selamat meskipun sawahnya terendam. Akhirnya ayah Gia jatuh miskin dan bangkrut. Gia terpaksa menjual semua yang ia miliki. Akhirnya Dita mengerti bahwa orang kaya tak selamanya bahagia
Cerpen Karangan: Joy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar