Cerpen Karangan: Joy
Seperti biasa, Gia selalu pamer apa yang baru dibeli ayahnya. “wooiii, ini jam branded dari paris dan merek ini terkenal lohhh..”
Salah satu teman Gia, Tina, berkata “eh, sombong lu, nanti jatuh miskin baru tau”
“bilang aja lu sirik sama aku” kata Gia.
Salah satu teman Gia, Tina, berkata “eh, sombong lu, nanti jatuh miskin baru tau”
“bilang aja lu sirik sama aku” kata Gia.
Dita merasa hidupnya sudah bahagia dan dia tak perlu iri, sehingga dia pergi saja sementara yang lain kagum melihat jam Gia. Dita setiap hari menabung di celengan ayamnya. Dia jarang jajan di kantin. Sementara Gia suka jajan dan Gia tak pernah menabung.
Suatu hari di rumah Gia dan Dita terjadi banjir. Karena harta ayahnya Gia banyak jadi hanyut semua dan tak bisa diselamatkan. Sementara harta Dita selamat meskipun sawahnya terendam. Akhirnya ayah Gia jatuh miskin dan bangkrut. Gia terpaksa menjual semua yang ia miliki. Akhirnya Dita mengerti bahwa orang kaya tak selamanya bahagia
Cerpen Karangan: Joy
Tidak ada komentar:
Posting Komentar